Sabtu, Oktober 06, 2012

Let's Visit Lhokseumawe

Lhokseumawe ialah sebuah kota kecil yang terdapat di kabupaten Aceh Utara . Sebuah kota yang biasa dibandingkan dengan Ibukota Aceh yaitu Banda Aceh . Tpi Inilah kota Lhokseumawe yang sederhana tapi mengasyikkan,menyenangkan,dan tak akan pernah bisa terlupakan . Inilah kota kelahiran saya.

Berikut Ini ialah beberapa tempat yang tidak boleh anda lewati jika berkunjung ke lhokseumawe :
      1.  Waduk

Tempat yang satu ini sangat tidak asing lagi bagi pemuda pemudi yang berada di Lhokseumawe. Tempat ini sering dikunjungi anak-anak muda gaul lhokseumawe setiap sore dan malam hari jika cuaca tidak hujan, karena disini akan melihatkan kota Lhokseumawe dan masjid Islamic Center yang berdiri tegap. Sungguh indah, dan jika malam tiba akan terlihat lampu di sepanjang jalan waduk itu sendiri dan lampu-lampu di kota Lhokseumawe. Selain itu di sekitar waduk lhokseumawe juga terdapat jajanan-jajanan yang disajikan khusus untuk kita yang akan menikmati keindahan waduk seperti : somay,Bakso bakar,Jagung bakar,Batagor yang enaknya bukan main.
 2.  Taman Riyadhah
Tempat ini juga tidak pernah sepi akan pengunjung,tempat ini selalu saja menjadi sasaran bagi anak-anak,orangtua,maupun anakmuda. Dan juga kerap kali sering diadakan event-event seperti pameran,pasar malam,mandi bola,mobil-mobilan kecil,dll . Banyak juga para orangtua membawa anak-anaknya kesini untuk sekaligus menikmati taman yang asri yang terletak di tengah-tengah kota ini. Anak muda juga tak kalah sering mengunjungi tempat ini bahkan untuk berfoto-foto ria,karena pemandangannya sangat lah indah .

3.Air Terjun Blang Kolam
Air terjun ini terletak di daerah pedalaman yang memakan waktu perjalan ± 45 menit dari kota Lhokseumawe. Dahulu jalan menuju ke tempat ini sangatlah buruk, namun jangan khawatir sekarang jalannya sudah mulus dan layak untuk di lewati. Dalam perjalan menuju ke tempat ini kalian akan di manjakan dengan keindahan sawah-sawah yang ada di kanan kiri jalan. Untuk dapat menikmati air terjun ini sobat di kenakan biaya parkir kendaraan dan tiket masuk. Jangan kaget, karena sumber air terjun dari tempat parkirnya sobat akan turun ke bawah bukit yang melewati ± 200 anak tangga cukup membuat kaki nyot-nyotan inilah sebabnya mengapa saya tulis "Penuh Perjuang". Jika sudah sampai ke bawah rasa capek akan segera hilang jika sobat berendam di bawah air terjunnya, Tapi akan berjuang lagi nanti waktu naiknya keatas.
Untuk yg menginginkan kesejukan dan ketenangan tempat ini pantas dipilih. Alamat Lokasi : Desa Sidomulyo, Kecamatan Kuta Makmur. Kabupaten Aceh Utara. Jarak tempuh sekitar 21 km dari kota Lhokseumawe. Bagi yg ingin merasakan dinginnya air terjun, bisa berendam disini atau sekedar bersantai diakhir pekan.

4.Krueng Cunda 
Krueng Cunda adalah aliran laut yang memisahkan daratan Lhokseumawe dengan daratan Pulau Sumatera. Namanya berasal dari bahasa Aceh "Krueng" artinya sungai dan "Cunda" adalah nama wilayah yang dialiri sungai ini. Krueng Cunda sebenarnya adalah selat, bukan sungai.
Krueng Cunda ini dijadikan tempat budidaya ikan air asin oleh penduduk sekitar, karena selain airnya cukup bersih juga tidak ada ombak atau riak besar yang dapat merusak keramba atau penampungan ikan milik penduduk yang rata-rata terbuat dari kayu dan bambu.
5.Pantai Ujong Blang 
Pantai Ujong Blang adalah salah satu dari beberapa pantai yang berada di Kota Lhokseumawe yang cukup terkenal. Pantai Ujong Blang terhampar dari muara sungai Cunda (kuala cangkoi) yang meliputi empat wilayah desa, yaitu Desa Ujong Blang, Ulee Jalan, Hagu Barat Laut danDesa Hagu Tengah. Pantai ini ramai di kunjungi pada Sabtu Sore dan hari Minggu juga hari-hari libur nasional, Mayoritas pengunjungnya adalah para Remaja disekitar kota lhokseumawe. Di tempat ini tersedia rumah makan singgah yang terdapat di sepanjang pinggiran pantai yang menyediakan Kelapa Muda, Rujak, dan lain sebagainya, sangat cocok untuk acara ngumpul-ngumpul bareng keluarga maupun sahabat. walaupun mungkin untuk masyarakat lhokseumawe sudah bosan untuk mengunjungi pantai ini, tetapi tetap tempat ini tidak pernah sepi dari pada pengunjung.
6.Pulau Seumadu
Pulau Seumadu terletak di Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe. Lokasi wisata pulau seumadu ini berada sekitar 10 kilometer arah timur Kota Lhokseumawe. Jika sampai di depan komplek perumahan PT. Arun, maka berbeloklah ke kiri dan Ikuti jalan tersebut. Sekitar 100 meter dari Jalan Medan - Banda Aceh, tepat didepan Kompleks PT. Arun, akan dapat ditemui lokasi wisata pantai tersebut.  

7.Pantai Rancong
Pantai Rancong yang bersebelahan dengan Pulau Seumadu merupakan objek wisata alam yang berada di Aceh tepatnya di Kota Lhokseumawe. Keindahan pantai ini dapat memukau wisatawan asing maupun domestik, apalagi pada saat hari libur tiba sangat ramai pengunjungnya, terlebih untuk akhir pekan berkumpul bersama keluarga akan lebih menyenangkan.

8.Pantai Reklamasi Pusong
Pantai Reklamasi Pusong adalah pantai yang berada di Pulau Pusong, tetapi disebabkan oleh abrasi dan pengerukan pasir, pantai ini menjadi tidak terawat, sehingga luas pantai yang berada di Pusong menjadi terasa kecil. Pulau Pusong sendiri yang awalnya sangat luas, kini luasnya hanya sekitar 6 hektare dan dihuni sekitar 8000 jiwa.

9.Museum Malikussaleh
Museum Malikussaleh yang terletak di tengah Kota Lhokseumawe ini mengoleksi benda-benda bersejarah peninggalan abad VIII. Museum ini menyimpan 500 jenis benda tradisional dan artefak sejarah. Selain itu, museum yang beralamatkan di jalan Mayjend T. Hamzah Bendahara, Kota Lhokseumawe juga mengoleksi mata uang dirham: yaitu mata uang dari emas yang berfungsi sebagai alat pembayaran masa kerajaan Aceh Darussalam. Selain itu, museum yang dikelola oleh Yayasan Malussaleh itu pun mengoleksi 1.050 buku, 50 kitab dan 20 hikayat perang sabil. Alamat Lokasi : Jln.T. Hamzah Bendahara. Lhokseumawe. Kabupaten Aceh Utara. Museum Malikussalah adalah Museum yang berada di Kabupaten Aceh Utara

10.    Makam Teuku Cik Di Tunong 

Teuku Muhammad atau yang lebih dikenal dengan nama Teuku Cik Di Tunong adalah pahlawan yang melakukan perlawanan terhadap Belanda yang juga merupakan suami dari seorang Pahlawan Nasional Cut Nyak Meutia. Namun pada bulan Maret 1905, Teuku Cik Di Tunong berhasil ditangkap Belanda dan dihukum mati di tepi pantai Lhokseumawe. Sebelum meninggal, Teuku Cik Di Tunong berpesan pada sahabatnya Pang Nagroe agar mau menikahi istrinya dan merawat anaknya Teuku Raja Sabi

11.Makam Putroe Neng
Makam Putroe Neng berada di Blang Puloe, Kota Lhokseumawe. Aslinya beliau bernama Nian Nio Lian Khi, yaitu seorang komandan perang wanita yang berasal dari Cina. Konon Nian Nio Lian Khi dikalahkan oleh pasukan Meurah Johan yang dipimpin seorang ulama yang berasal dari kerajaan Pereulak dimana pada saat itu mereka berada di Indra Purba yang bercocok tanam di daerah Maprai (sekarang daerah Sibreh) dan mereka membuka kebun lada dan merica. Setelah kalah, Jenderal Nian Nio Lian Khi masuk Islam dan diberi gelar Putroe Neng.

*END*
 Sumber : Berbagai Sumber
BY : MAISARAH JUFRI :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar