Tampilkan postingan dengan label Literature. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Literature. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Desember 22, 2012

Puisi untuk ibu

IBU
Puisi Richard Fernando Putra Bela

Ibu kau mengandung 9 bulan
sampai engkau melahirkanku dengan susah paya
engkau merawatku sampai aku tumbuh besar
engkau juga merawatku tampa pamri
dan engkau juga merawatku dengan penuh kasih sayang

Ibu kau mengajariku berjalan sampai aku bisa berjalan
engkau juga mengajariku berbicara sampai aku bisa
Ibu kau bagaikan malaikatku
dikala aku sedih engkau selalu ada untuk menghiburku

Ibu.. aku juga merasa engkaulah pahlawanku
setiap aku kesusahan engkau selalu ada untuk membantuku
Ibu... bekerja keras
untuk menafkahiku
ibu... terima kasih atas pengorbananmu
yang engkau berikan kepada ku
Ibu...

Sumber : http://www.lokerpuisi.web.id/2012/05/kumpulan-puisi-ibu-terbaru-update-2012.html
By : Dias Utari

kumpulan puisi ibu

hello guys,hari ini kan hari ibu,so gak ada salahnya kan kalo kalian semua mempersembahkan beberapa puisi manis buat ibu kalian di rumah, seperti yang di bawah ini :


DOA UNTUK IBU
Puisi Mutia Fitriyani

Aku tak tau apa yang harus kuLakukan tanpa dia
Dia yang seLaLu mengerti aku
Dia yang tak pernah Letih menasehatiku
Dia yang seLaLu menemani

DiaLah Ibu
Orang yang seLaLu menjagaku
Tanpa dia aku merasa hampa hidup di dunia ini
Tanpa.nya aku bukanlah apa-apa

Aku hanya seorang manusia Lemah
Yang membutuhkan kekuatan
Kekuatan cinta kasih dari ibu
Kekuatan yang Lebih dari apapun

Engkau sangat berharga bagiku
WaLaupun engkau seLaLu memarahiku
Aku tau
Itu bentuk perhatian dari mu
Itu menandakan kau peduLi denganku

Ya Allah,,
BerikanLah kesehatan pada ibuku
PanjangkanLah umur.nya
Aku ingin membahagiakan.nya
SebeLum aku atau dia tiada

Terimakasih Ibu
Atas apa yang teLah kau berikan padaku
Aku akan seLaLu menyanyangimu

    IBU
    Puisi Richard Fernando Putra Bela

    Ibu kau mengandung 9 bulan
    sampai engkau melahirkanku dengan susah paya
    engkau merawatku sampai aku tumbuh besar
    engkau juga merawatku tampa pamri
    dan engkau juga merawatku dengan penuh kasih sayang

    Ibu kau mengajariku berjalan sampai aku bisa berjalan
    engkau juga mengajariku berbicara sampai aku bisa
    Ibu kau bagaikan malaikatku
    dikala aku sedih engkau selalu ada untuk menghiburku

    Ibu.. aku juga merasa engkaulah pahlawanku
    setiap aku kesusahan engkau selalu ada untuk membantuku
    Ibu... bekerja keras
    untuk menafkahiku
    ibu... terima kasih atas pengorbananmu
    yang engkau berikan kepada ku
    Ibu...

JASA TAK TERLUPAKAN
Puisi Patma

Ibu...
kau membingbingku selama satu tahun
kau begitu baik padakuwaluapun aku sukamarah-marah

Ibu....
kau begitu ceria dan rajin dari pada guru yang lain
ibu...
kau yang pintar,baik,ramah,cantik,dan sopan

Ibu...
kalau aku membuat salah tolong maafkan aku
karena aku cuma kesal karna aku selalu diejek

Ibu...
kalau aku lagi sedih kau menghibur aku
kalau aku lagi kesal kau menghiburku

Ibu...
terimakasih atas jasa-jasamu jika aku
masih sempat bertemu dengan ibu
aku sangat ingin memeluk ibu

    MALAIKAT DI DUNIA
    Puisi Nanda LA Putra

    Hari ini hari ibu,,

    Tetap kan ku ucap kata
    I LOVE YOU MAH
    Karena engkau pelita dalam kegelapan ku

    Dan karna engkaui malaikat ku di dunia ini
    Kasih mu,cinta mu,pelukan mu,dekapan mu
    Bahkan kemarah,an mu!!!

    Itu semua unt kebaikan ku
    ,,I LOVE YOU MAH
    Aku sayang mama
    Sampai Kapanpun....

 TANGISAN MATA BUNDA
Puisi Monika Sebentina

Dalam Senyum mu kau sembunyikan letih mu
Derita siang dan malam menimpa mu
tak sedetik pun menghentikan langkah mu
Untuk bisa Memberi harapan baru bagi ku

Seonggok Cacian selalu menghampiri mu
secerah hinaan tak perduli bagi mu
selalu kau teruskan langkah untuk masa depan ku
mencari harapan baru lagi bagi anak mu

Bukan setumpuk Emas yg kau harapkan dalam kesuksesan ku
bukan gulungan uang yg kau minta dalam keberhasilan ku
bukan juga sebatang perunggu dalam kemenangan ku
tapi keinginan hati mu membahagiakan aku

Dan yang selalu kau berkata pada ku
Aku menyayangi mu sekarang dan waktu aku tak lagi bersama mu
aku menyayangi mu anak ku dengan ketulusan hati ku

By : yuni Zahara

Minggu, Oktober 21, 2012

10 Hal Unik Tentang Sejarah Indonesia

1. Tiga orang Presiden RI pertama memiliki bulan lahir yang sama, yaitu bulan juni. Bungkarno lahir 6 Juni 1901 (Bernama asli Kusno Sosrodihardjo). Pak Soeharto 8 Juni 1921. Sedangkan Pak Habibie 25 Juni 1936.







2. Istana Merdeka mulai dibangun pada tahun 1873 dan selesai pada tahun 1879. Istana tsb di rancang oleh arsitek Drossares dengan luas 6,8 hektar dan 16 jumlah anak tangga yg terdapat di bagian depan gedung.




3. Sebelum digunakan oleh pemerintah indonesia, Istana Kepresidenan Bogor digunakan sbg rumah peristirahatn gubernur jenderal Belanda. Tercatat 44 orang gubernur jenderal Belanda pernah menjadi penghuni istana yang pada masa penjajahan bernama Istana Buitenzorg



4. Istana Kepresidenan Tampaksiring merupakan satu-satunya Istana RI yang dibangun setelah Indonesia Merdeka, tepatnya pada tahun 1957



5. WR. Soepratman, pencipta lagu kebangsaan wafat pada tgl 17 Agustus 1938. Tepat tujuh tahun sebelum proklamasi kemerdekaan RI dinyatakan



6. Lagu 'Indonesia Raya' di ciptakan pada tahun 1942 (ralat tahun 1924) dan dikumandangkan untuk pertama kalipada tanggal 28 Oktober 1928, tepatnya pada penutupan acara Kongres Pemuda II yang melahirkan Sumpah Pemuda.

7. Mobil dinas Kepresidenan RI yang pertama adalah mobil Buick keluaran tahun 1939 yang digunakan Alm. Bung Karno. Sedangkan Alm. Bung Hatta menggunakan mobil dinas De Soto yang merupakan hadiah dari pengusaha sekaligus pamannya, Djohan Djohor. Kedua mobil ini dpt dilihat di Gedung Joang '45, Jakarta


Buick


De Soto

8. Republik Gabon di Afrika Barat memiliki tanggal kemerdekaan yang sama dengan RI. Bedanya, Gabon merdeka pada tahun 1960



9. Rupiah dinyatakan sebagai mata uang nasional RI pada tanggal 2 November 1949.



10. 21 jumlah dentuman meriam yang dibunyikan untuk menyambut tamu negara yang merupakan kepala negara. Sedangkan untuk menyambut tamu negara yang merupakan kepala pemerintahan di bunyikan 19 kali dentuman meriam.




By : Mahyun Syafril Hidayat

Sabtu, Oktober 20, 2012

5 Museum Kuliner Paling Unik di Dunia

Bagi kamu pecinta kuliner tidak harus selalu berburu makanan enak ada kalanya kamu mengunjungi Museum kuliner yang menyimpan berbagai jenis makanan sehinga wawasan kamu bertambah mengenai makanan nah berikut ini ada beberapa museum kuliner unik di berbagai dunia tertarik untuk mengunjunginya simak berikut ini.
 
 
1. Museum Makanan Gosong (Arlington, Mass, AS)
Museum yang satu ini telah berdiri sejak 20 tahun silan. The Burnt Food Museum didirikan untuk ‘menghormati’ kegagalan dalam membuat masakan.
Di dalamnya berisi berbagai jenis makanan gosong, mulai dari yang klasik seperti telor gosong hingga koleksi lucu seperti lemon hangu, jeruk keprok keriput hingga kue yang telah menjadi abu.
  

  

 
2. Museum Cuka Internasional (Roslyn, AS)
Museum ini didirikan oleh Lawrence Driggs. Pria yang mengklaim dirinya sebagai ‘Manusia Cuka’ ini mendedikasikan seluruh hidupnya mengoleksi berbagai jenis cuka yang ada di seluruh dunia.
Pengunjung tidak hanya akan disajikan dengan pengetahuan mengenai cuka, namun mereka juga akan diberikan pelajaran mengenai pengetahuan masak memasak serta trend perjalanan sejarah yang berhubungan dengan bahan asam tersebut.
 
 
3. Museum Currywurst (Berlin, Jerman)
Museum  Currywurst merupakan museum kuliner pertama yang ada di Jerman. Di dalamnya terdapat berbagai catatan kebudayaan dan sejarah mengenai makanan yang paling populer di Jerman ini. Currywurst merupakan makanan sosis rasa kari.
Museum tersebut dibangun untuk menghormati 60 tahun  keberadaan Currywurst di Jerman. Tidak hanya ruang pameran, museum ini juga dilengkapi dengan ruang audio visual dan multimedia.
 
Selain itu museum yang diberi nama Deuthces Currywurst Museum ini memiliki sebuah ruangan khusus yang disebut dengan spice chamber. Di sini para pengunjung akan diberikan berbagai resep rahasia mengenai pembuatan currywurst tradisional asal Jerman.
 
 
4. Museum Kuliner Huangzhou (Huangzhou, China)
Museum kuliner Huangzhou pertama kalli di buka pada tanggal 20 Maret 2012 silam. Di museum ini dipamerkan 110 relik kebudayaan kuliner yang berhubungan dengan masyarakat Huangzhou.
Tidak hanya itu, terdapat sekitar 200 lebih jenis makanan yang dipajang. Namun tentu saja makanan yang dipajang merupakan buatan.

Dibuka setiap hari selasa, pengunjung juga bisa mempelajari tehnik memasak masyarakat Huangzhou.
 
 
5. Museum Pizza Brain (Philadelphia, AS)
Entah mengapa, justru Amerika Serikat yang menjadi pertama membuka museum yang berisi sajian kuliner khas Italia ini.
Dibangun oleh Brian Dwyer, seorang pencinta makanan Pizza, Pizza Brain memamerkan berbagai koleksi dan memorabilia yang berkaitan dengan pizza. Saking banyaknya koleksi yang dimiliki, pria berusia 27 tahun itu berhasil menyabet rekor dunia Guiness World Record sebagai pemilik koleksi memorabilia pizza di dunia.
 
Setidaknya ada sekitar 561 item yang berkaitan dengan pizza yang dimiliki oleh Dwyer, termasuk di dalamnya majalah, buku komik, piringan hitam dan berbagai item unik yang dibuat oleh para penjual piza
 
 
sumber:  http://terselubung.blogspot.com/2012/10/5-museum-kuliner-paling-unik-di-dunia.html

by: Muhammad Ali

Jumat, Oktober 19, 2012

CERITA UNTUK KOTA LHOKSEUMAWE







CERITA UNTUK KOTA LHOKSEUMAWE

Lhokseumawe, yang dijuluki kota Petro Dolar yang rata-ratanya di tempati berbagai perusahaan negara yang mengolah hasil bumi dan menghasilkan keuntungan, kualitas yang begitu tinggi nilai harganya. dengan banyaknya hutang negara, pasokan hasil bumi pun menipis sehingga nama Petro Dolar pun memudar. beberapa PT di kota lhokseumawe seperti  PT.ARUN LNG, PERTAMINA, PIM, ASEAN, KKA hanya memiliki hasil bumi yang akan diolah pun menipis sehingga kebangkrutan pun positif mendekat.
                Ya, sekilas perkenalan dari kota Lhokseumawe yang mana dulu menginjak masa kejayaan akan kekayaan kota dengan  berkumpulnya berbagai perusahaan milik negara, karena kota Lhokseumawe terdapat hasil minyak, gas bumi yang melimpah. Kini Kota Lhokseumawe yang dipenuhi banyak bangunan-bangunan perkantoran atau pembangunan yang lainnya untuk perhiasan kota ketimbang penanaman pohon hijau yang rindang untuk pernapasan kota.
                Sungguh banyakproyek-proyek,rehabilitasi, dan rencana pembangunan di Kota Lhokseumawe ini.Sehingga kota lhokseumawe banyak di juluki oleh masyarakat-masyarakat adalah Kota Debu. Debu, polusi udara yang sangat mengganggu saluran pernapasan manusia dan mengganggu penglihatan manusia, sehingga banyak debu-debu yang berterbangan masuk ke mata.
                Dengan cuaca kota Lhokseumawe yang sangat gersang, matahari memamerkan panasnya dengan enteng, pepohonan di bibir kota pun telah di tebang hanya untuk kepentingan pelebaran jalan atau membangun sesuatu sangat tidak enak di pandang dan tidak lazim dirasakan masyarkat untuk keluar rumah.
                Bahkan ada salah satu dari warga berkata, lhokseumawe tidak tau mau dibawa kemana lagi uangnya sehingga pembangunan sangat banyak di bangun, lalu entah untuk apa fungsinya, yang penting uang sudah terpakai hanya untuk pembangunan yang tidak ada fungsinya. Setelah itu hanya di bangun setengah-setengah lalu tak di kerjakan karena  dana telah habis lenyap entah kemana, banguna itu hanya menjadi tempat sarang setan-setan yang tak diundang.
                Seperti pembangunan Islamic Centre, hanya dibangun setengah jadi, setelah tidak sanggup mendanakan pembangunannya lagi, pemerintah Kota Lhokseumawe memberikannya kepada negara lain untuk meneruskan pembangunan tersebut. Seperti pembangunan waduk yang ada di pusong, katanya fungsi waduk tersebut untuk menanggulangi banjir dan sebagainya, ternyata apa yang terjadi. Hujan yang lebat sehingga banjir datang, lhokseumawe tetap terendam banjir.

Yang ada, waduk itu hanya berfungsi untuk berkumpulnya para maksiaters di malam hari, bau yang menyengat dari waduk membuat polusi sehingga mengganggu indera penciuman masyarakat yang sedang menikmati jalan waduk tersebut. Pemerintah tidak pandai mengolah waduk tersebut. kalaulah pemerintah pintar, waduk tersebut tidak hancur seperti sekarang, tidak untuk tempat maksiat yang terjadi seperti sekarang ini. Dan pastinya kalau waduk itu di olah oleh pmereintah sebagai tempat parawisata, mungkin kota lhokseumawe akan terkenal dengan indahnya waduk sperti itu, tidak di kenal seperti sekarang waduk yang bau.
Demikian juga dengan tempat wisata ujong blang, yang terkenal dengan pantainya yang tak seindah sekarang. Dulu tahun kebelakang yan lalu, masyarakat untuk menikmati pantai ujong blang harus membayar tiket masuk, guna untuk kenyamana n bersama dan ketenangan bersama. Dengan pantainya yang dulu asri seperti di hawai dan turis mancanegara yang datang dari berbagai negara untuk  menikmati pantai tersebut.
namun sekarang tak lagi seperti itu. Pantai ujong blang yang kumuh, kotor, dan gersang, air lautnya pun hampir menggenangi permukaan darat dan pondok-pondok yanng dibangun di pinggir pantai yang membuat kotor daerah pinggir laut. Masyarakat yang berjualan di pondok-pondok tersebut membuang sampah,limbah-limbah dagangan mereka tersebut  ke laut atau bibir pantai.
Ini sangat mengganggu pemandangan. Sehingga saya masyarakat Lhokseumawe pun merasa malu dengan adanya tingkah masyarakat lain seperti itu. Malu dengan apendatang yang ingin bermain-main di kota Lhokseumawe yang pendatang itu sendiri hanya tau, kota Lhokseumawe iyu dikenal dengan pantainya yang indah, waduk yang asri bila kita jalan-jalan di sekitar jalan waduk bisa merasakan angin yang sepoi-sepoi, dan dapat melihat pemandangan indah terbit dan terbenamnya matahari.               
                Itu yang hanya mereka tau, dan ternyata setelah pendatang datang ke kota Lhokseumawe ternyata kebalikannya sehingga ada rasa menyesal di benak pendatang tersebut. Dan jailnya tangan masyarakat atau adanya iri yang ada di benak masyarakat tersebut sehingga timbulah kerusakan-kerusakan akibat tangan-tangan jail. seperti yang terjadi dua tahun yang lalu, rusaknya tong sampah yang ada di waduk pada saat bulan ramadhan, dan rusaknya pagar-pagar tanaman di pinggir waduk sehingga walikota turun untuk melihat kondisi tersebut.
                Keindahan kota Lhokseumawe berkurang, dengan makin banyaknya pembangunan di kota Lhokseumawe makin banyaknya tangan-tangan perusak yang merusak bangunan bahkan keasrian kota ini. sungguh malang, seandainya kota ini bisa berbicara, dia hanya berkata, Kembalikan pohonku yang kau tebang, musnahkan pembangunan yang tak ada gunannya. sungguh sangat gersang kota ini.
                Contohnya saja seperti di desa Hagu Barat Laut, sebelumnya bangunan eks koteks yang dulu dibakar oleh masyarakat gelap karena hadirnya koteks tersebut melahirkan dan mengundang masyarakat. lalu pada tahun 2011 digusur dan pondok-pondok rujak disekitar itu juga di gusur guna pembangunan pelebaran jalan oleh program pemerintah kota, sehingga masing-masing pemilik pondok tersebut menerima ganti rugi.
                Tetapi hingga sekarang, hanya menimbulkan debu yang mengepul, dengan beralaskan tanah kuning, yang tak sedap buat di pandang apalagi di hari yang panas. entah untuk apa fungsinya, setelah digusur tak dibangun apa-apa sehingga seperti tanah gundul yang gersang. Lalu pedagang dan pemilik pondok rujak kembali membangun pondok untuk nafkah sehari-hari. Para pedang bilang,”kita hanya menunggu bagaimana mau mendapatkan sesuap nasi, disinilah mata pencaharian kami. kalau hanya di beri uang ganti rugi, itu tidak sebanding untuk kehidupan kami sehari-hari.” begitu kata penjual rujak di pondok-pondok rujak tersebut.

                Itu tadi cerita dipondok rujak, kembali kewaduk. pedagang-pedagang bandel di waduk pun juga mengalami yang suatu sikap yang sama seperti dinpondok rujak. Ya, tetapi mereka tidak mematuhi peraraturan pemerintah, di situ jelas-jelas di pamflet tertera, “di larang berdagang di area ini” tetap saja mereka berjualan. mereka bilang”pengguna jalan waduk pun pasti memerlukan kami untuk menyantap berbagai makanan yang kami jual, kalau tidak ada kami pun waduk ini akan sepi dan menjadi sarang hantu.”
                Macam-macam saja cerita yang didapat di kota Lhokseumawe tercinta ini, Bumi berputar dan berevolusinya juga Kota Lhokseumawe yang makin maju mundur. setiap negara atau setiap kota pasti memiliki problema kehidupan. Tetapi kita sebagai masyarakat jangan mau tinggal diam, mari kita lestarikan kota,negara, bumi kita dari kehancuran. tingkatkan go green dan save for earth supaya tercapainya impian kita untuk menetap di negara atau kota yang indah seperti di negara-negara atau kota-kota lain yang asri.
               

oleh : MUHAMMAD SABIL AWANG FIKRI

Selasa, Oktober 02, 2012

Bermimpi Lagi


BERMIMPI LAGI
goresan pena : Yuni Zahara

Tadi aku bertemu denganmu
Mungkin tuk sekian kalinya
Tapi kali ini rasanya berbeda
Bahkan aku tak ingin melihatmu
Hanya menambah beban untukku berpikir
Memahami posisimu saat ini
                Mungkin mata ini masih mampu melihat
                Punggung itu kemudian hilang dari tatapan
                Sejauh mata memandang
                Tak kutemukan berkas apapun
                Karna saat ini aku ingin menunggu malam
                Dan mencoba untuk kembali
                Bermimpi….

By : Yuni Zahara

Ibu


IBU
goresan pena : Yuni Zahara

Keanggunan dan pesonamu slalu ku damba
Melihatku tersenyum itulah hidupmu
Selagi mata ini masih mampu melihat
Dan hidung ini masih mampu bernapas
Apapun itu
Semua kau lakukan untukku
                Aku masih mengingat saat itu
                kau kayuh sepeda tua itu penuh semangat
                Menepuh jalanan  yang terjal
                Diatas aspal basah itupun kau berjuang
                Menjajakan daganganmu untukku
                Yang masih terlelap di rumah
Goresan pena ini mewakili isi hati yang pilu
Yang terus menyebut namamu di sela sela doa
Berharap mentari esok segera menyinsing
Agar aku bisa kembali menatap wajahmu
Dengan senyuman simpulmu
Dan terus memanggilmu
Pahlawan dalam hidupku
IBU…

By : Yuni Zahara

Menunggu Mentari


MENUNGGU MENTARI
goresan pena : Yuni Zahara

Selepasan tatapan itu
Aku tak ingin pipi ini kembali basah
Melalui mata ini
Ku titipkan salam untukmu
Untukmu yang kini mengusik malamku
Untukmu yang masih dalam anganku
                Meringkuk kini aku di derasnya hujan
                Memainkan air dengan jemari kaki
                Mengusir segala ketidakpastian
                Segera membentang luas cita di hati
                Menghalau kabar angin
                Agar aku tetap terus melupakan mu
Walau hati telah terluka
Namun aku ingin..
Bibir ini tetap mengembangkan senyuman
Senyuman yang tak pernah hilang
Hingga hari esok tiba
Dan mentari pun terbenam




By : Yuni Zahara

Menggapai Rembulan


MENGGAPAI REMBULAN
goresan pena : Yuni Zahara

Sudut mataku mulai lelah
Karena sakit yang ku derita tak ada ujungnya
Rasa menyesal seakan enggan keluar
Namun keluh kesah menggantikannya
Meskipun aku tak mampu menatap
Aku yakin wajah itu takkan muncul
                Aku bertanya pada rumput ilalang
                Apa kabar yang disampaikan angin
                Mungkin ada terselip namanya
                Hanya sekedar salam untuk rembulan
                Bahwa matahari terus merindukannya
                Terus memikirkannya
Salam itu nyaris hilang di terpa badai
Karna rembulan sangat jauh tuk di gapai
Rintik hujan di waktu itu seakan menghujam sanubari
Melarang akal sehatku tuk memikirkanmu
Dan aku…..
Segera menatap kembali langit
Kini ku mengerti
Mimpi semalam hanya rasa agresif
Dan tak mungkin ada balasan
Rumputpun meragukan perasaanku
Karna baginya rembulan sangat jauh
Dan akan tetap diatas sana



By : Yuni Zahara

Jika Tiba Waktunya


JIKA TIBA WAKTUNYA
goresan pena : Yuni Zahara

Jika tiba waktunya…..
Aku ingin melihat pelangi yang paling indah
Didalam hidup ku seusai hujan
Jika tiba waktunya…..
Aku tak bisa lagi melihat dia dan kamu tertawa
Bersama dan lewati duri itu
Jika tiba waktunya…..
Aku ingin kau tau bahwa
Aku tidak menyesal telah mengenalmu
Dan aku bahagia meski kau tak bahagia
Jika tiba waktunya……
Aku ingin kau tau bahwa aku tak menyesal
Sekali lagi
Maka aku berhenti menulis dan kembali
Menatap birunya langit



By : Yuni Zahara

Kesaksian Hati

KESAKSIAN HATI
goresan pena : Yuni Zahara
Malam ini kurasa hampa
Dari sudut kamar terlihat jelas
Bahwa aku hanya seorang diri
Terpuruk dalam kesunyian
Memandang gelap jalan kehidupan
Menghitung hari demi hari
Kapan semua ini akan berujung
Aku berjalan di roda hidupku
                Mencari potret hidup yang pernah aku lalui
                Namun tak kutemukan seorang pun
                Hanya debu yang di tiup angin
Kegundahan ku kian memuncak
Mengingat kau tak lagi bersama ku
Meninggalkan semua kertas puisi
Mengubur semua kenangan kita
                Mungkin …. Kau memang tak disini
                Namun bayangmu masih bisa ku tangkap
                Walau aku harus menahan rasa sakit
                Akupun tak banyak berharap akan hadirmu
                Karna ku tau kau tlah dengan yang lain
Apa ini hanya sementara ?
Atau hanya kenaifan ku saja?
Entahlah…………..



By : Yuni Zahara

Senin, Oktober 01, 2012

26 DESEMBER 2004 (NYATA)



26 DESEMBER 2004
Aku anak kedua dari empat orang bersaudara . aku tinggal di pusat kota nanggroe aceh darussalam , tepatnya di kota Banda aceh . salah satu kota yang paling luas yang ada di daerah Aceh . dulunya aku tinggal di Lhokseumawe, tempat asalku , kota yang terindah dimana ibuku mengandung dan melahirkanku. Aku menghabiskan masa kecilku yang sangat menyenangkan di sana . aku mendapat banyak teman yang sangat baik terhadapku. Sampai pada suatu saat ketika ayahku di pindah tugaskan ke kota banda aceh . saat aku akan memulai pendidikanku di taman kanak-kanak .
Aku di senangi oleh semua guru dan teman-temanku . Tak ada seorang musuhku yang aku miliki selama bersekolah di sana . dan aku juga termasuk siswa yang berprestasi . Selama masa sdku di sana tak pernah ada duka yang ku alami . melainkan hanya kesenangan, kesenangan, dan kesenangan semata. Tak pernah terfikirkan oleh aku dan keluargaku akan terjadi musibah yang sangat dahsyat di kota banda aceh ini . ya , TSUNAMI . tepatnya tanggal 26 desember 2004 terjadi bencana besar yang meninggalkan luka dan trauma yang sangat dalam . bukan hanya warga aceh dan indonesia saja yang ikut berduka . DUNIA juga ikut merasakan kepedihan itu .
Di minggu pagi yang cerah itu ,aku dan keluargaku menikmati akhir pekan di rumah  . Kami menonton televisi bersama . Tanpa di sangka-sangka , tiba-tiba gempa mengguncang seluruh Aceh dan sekitarnya . Aku dan keluargaku sangat panik pada saat itu . Kami semua lari ke beranda rumah untuk meyelamatkan diri jika bangunan rumah kami runtuh sambil berdo’a, Begitu pula warga di sekitar . Setelah gempa selesai kami kembali ke rumah dan tidak memikirkan akan terjadi bencana yang lebih besar lagi dan  berfikiran bahwa semua ini telah berakhir. Semua bernafas lega . Ayahku yang panik ingin melihat kondisi kantornya yang lumayan jauh dari rumah kami . Adikku berfirasat buruk akan kejadian ini dan melarang ayahku untuk pergi meninggalkan rumah .
Beberapa saat kemudian dari kejauhan seorang warga berlari dari arah barat menuju utara ,seperti layaknya burung gagak yang hendak menyampaikan kabar buruk . Dan berteriak bahwa “ Air laut naik .! “ .Semula Semua warga sekitar tidak percaya apa yang di katakana dan mengabaikannya , karena pantai sangat jauh dari pemukiman kami . Tidak lama setelah itu pesan serupa juga dikatakan oleh warga yang lainnya . Kami semua mulai panik dan percaya .
Semua masyarakat lari berbondong-bondong ke arah sekolah terdekat di pemukiman kami  . Mereka lari meninggalkan rumah yang mereka tempati serta membawa semua anggota keluarga mereka tanpa memikirkan harta benda yang mereka miliki.
Saat itu aku dan keluargaku sangat khawatir dan tanpa berfikir panjang kami pun ikut berlari mengikuti warga sekitar.  di jalan yang begitu sempit kami semua lari dengan paniknya berharap menuju keselamatan. Aku melihat, mereka semua lari tanpa memikirkan apa yang ada di sekitar mereka,hanya memikirkan keselamatannya dan keluarganya  sendiri. Di sini, terlihat semua sifat asli yang dimiliki manusia . Ketika mereka melihat orang tua yang terjatuh,terinjak-injak, serta berteriak meminta tolong tak ada seorang pun yang memperdulikan. Mereka hanya terus berlari menyelamatkan diri .Dan akhir nya kami sampai di sekolah terdekat tersebut. Aku berfikir air tak kan sampai ke tempat kami, aku berfikir air akan berhenti dan kembali ke tempat asalnya yang jauh dari tempat ku sekarang berinjak. Semua harapan sirna.Air tersebut mendekat kearah kami . Air itu hitam , bercampur sampah, dan sangat kencang berlari ke hadapan kami. Bagiku, itu terlihat seprti Monster yang sangat kuat dan menyeramkan berlari hanya mengejar ku saja, dan ingin menyerangku.
 Aku mulai memikirkan semua dosa-dosaku di dunia dan berfikir belum siap untuk meninggalkan dunia ini. Kami sekeluarga sudah putus asa. Saat masyarakat masih berlarian, kami hanya berdiri di hadapan salah satu dinding di sekolah itu. Kami sadar, bahwa tiada tempat yang aman untuk menyelamatkan diri dari bencana Allah swt selain berdoa kepada-Nya. Puji syukur kepada Allah tak henti-hentinya keluar dari mulut kedua orang tua ku. Itu pertama kalinya aku melihat mereka begitu takut. Saat itu, Adik bungsuku masih berumur 8 tahun . ia di gendong oleh ibuku.Pada saat kejadian itu, tak setetes pun air mata keluar dari matanya.
Akhirnya monster itu datang menghantam kami, Dadaku terasa terhantam oleh badai yang kuat.monster itu pun mulai menenggelamkan kami . Warnanya yang hitam pekat, bau, dan di penuhi dengan sampah.Memutar badanku , serta di remukkan oleh nya. Aku berfikir sang pencipta menetapkan umur ku hanya sampai di sini. Aku hanya pasrah dengan apa yang akan terjadi.Kami sekeluarga tetap saling berpegangan erat. Semua berfikiran sama dengan ku. Semua memperlihatkan wajah putus asa nya dan tak berbuat apa-apa lagi. Aku terus berdo’a agar di berikan kesempatan sekali lagi untuk hidup di dunia ini.Semakin lama monster itu semakin menenggelamkan kami. Ternyata Sang Pencipta punya rencana lain terhadap kami. Mukjizat, kami Hanyut berbelok ke salah satu ruangan di sekolah itu, yaitu Perpustakaan sekolah .Ayahku terus saja bergumam, “Allahu akbar…Allahu akbar”. Kami terus berpegangan. Saat kami masih berpegangan erat, aku yang selalu bernasib sial terlepas dari genggamaan ayah . Aku hampir terbawa oleh arus yang sangat kuat tersebut. Aku berfikir bahwa aku tak akan selamat . Tetapi tidak  , dengan sigapnya ayahku menarik tanganku kembali , aku pun kembali ke genggaman ayahku .
 Aku dan keluargaku naik ke rak buku yang agak tinggi di perpustakaan.Kami semua di penuhi luka. Untungnya adik-adikku tidak mengalami luka yang cukup parah. Lalu, ayahku berusaha untuk membuka plafon perpustakaan , Agar kami bisa naik ke tempat yang lebih tinggi lagi .Diatas sana , kami hanya menunggu air surut dengan beberapa warga yang selamat. Setelah 5 jam kami menunggu , akhirnya air pun telah surut . Tetapi, kami masih belum mempunyai keberanian untuk turun. Di atas , kami merasakan kelaparan dan kehausan , serta rasa ketakutan tak kunjung hilang.Gempa susulan terjadi berulang-ulang kali . Kami tetap mencoba untuk menenangkan diri .
Akhirnya ayahku memutuskan untuk turun , kami semua selamat dari kejadian yang sangat dahsyat itu.  Aku dan keluargaku tak henti-hentinya mengucapkan “Alhamdulillah “ . Seraya bersyukur kepada Allah swt karena kami masih di berikan kesempatan untuk hidup di dunia ini.

26 Desember 2004


Ketika aku keluar dari sekolah itu , tak ada lagi pemandangan indah yang kulihat seperti biasa . Tak ada lagi burung-burung yang berkicau , tak ada lagi tempat untuk kami bermain seperti hari kemarin. Yang terlihat hanyalah puing-puing bangunan dan mayat-mayat yang berserakkan dan bersangkutan dimana-mana . saat itu berniat kembali ke rumahku . memang aku tidak berharap banyak. Ketika sampai, aku hanya melihat sebuah kamar mandinya saja yang masih tersisa , sedangkan ruangan yang lainnya telah rata . Terlihat di belakangnya terdapat kapal yang sangat besar yang seharusnya berlayar di lautan lepas kini sudah ada di daratan, aku tidak dapat membayangkan bagaimana ini semua bisa terjadi .
Akhirnya kami memutuskan untuk mencari tempat pengungsian sementara. Ayahku mengajak kami mengungsi di taman budaya . Disana , banyak juga warga yg ikut mengungsi karena kehilangan tempat tinggal mereka, wajah mereka terlihat sangat menyedihkan. tangisan, kemarahan,penyesalan semua di keluarkan,padahal sudah tidak ada gunanya lagi. Tapi aku tak pantas berfikiran seperti itu, karena kini di sini kami semua sama . kami adalah KORBAN.
Di saat seperti ini pun, tak terfikirkan olehku, masih saja ada orang yang mencari keuntungan dari semua ini. Kelompok itu ada 2 orang laki-laki yang berumur sekitar 30 tahun. Mula-mula mereka menyebarkan isu bahwa air telah naik lagi,ketika orang semua keluar, mereka mengambil semua dompet yang di tinggalkan. Sungguh keji perbuatan mereka. Apa mereka sadar apa yang sedang mereka alami sekarang? Aku harap mereka sadar.
Di taman budaya kami hanya menginap hanya semalam karena di sana kami merasa tidak nyaman, akhirnya kami pun pindah ke pengungsian yang lebih tnggi di daerah perbukitan, tempat nya tidak jauh dari sini, hanya 20 KM. Kami menempuhnya dengan berjalan kaki dan membawa sedikit bekal yang entah dari mana datangnya.
Di sini gempa lebih sering kami rasakan, dalam semalam entah sudah berapa kali aku terbangun,untungnya adik-adikku tetap tertidur lelap.isu-isu tentang tsunami pun masih sering terdengar. Ketakutan masih saja terus menyelimutiku,begitu pula dengan adik-adikku . tetapi ibuku menyuruh kami untuk hanya berdo’a dan menyerahkan semua kepada Alah swt. Hatiku  sedikit senang. Hari-hari tanpa listrik, kekurangan air sangat tidak biasa bagiku. Indomie pun sudah menjadi bagian dari hidup kami di sana.
Ayah ku sudah beberapa kali pergi ke kantor pusat informasi untuk menghubungi saudara-saudara ku yang berada di lhokseumawe, tetapi hasilnya nihil. Saat itu jaringan komunikasi masih belum tersambung.
Setelah beberapa hari, kami pindah lagi ke pengungsian lain, di tempat kawan ayahku. Dari sini memang agak jauh sih, sekitar 50 KM.kami mulai menempuh perjalanan saat matahari terbit dengan berjalan kaki . Melewati embah, sawah-sawah. Kini, aku mengerti bagaimana rasanya orang-orang yang tak punya tempat tinggal mencari makan, seperti kami saat ini lah.
Akhirnya, kami sampai di tempat tujuan saat menjelang petang. Di sini aku merasa sediikit nyaman karena sudah ada listrik dan tidak kekurangan air lagi. Tetapi, indomie masih menjadi bagian dari hidup kami. Tak apa lah, yang penting kami semua mengisi perut kami yang sudah mulai memanggil. Di sini pun aku bertemu dengan saudaraku yang juga tnggal di Banda aceh. Ia adalah abang tertua dari ibuku.Dia juga sama seperti kami. Tapi , mereka yang semula ada 7 orang, kini tinggal ia sebatang kara. Aku sangat sedih mendengar bahwa saudara-saudaraku telah tiada. Tapi semangatnya untuk hidup tak pernah hilang, Aku kagum . Ia bercerita pada saat air datang ia sedang bekerja dan berlari menuju mesjid baiturrahman sampai akhirnya ia selamat. Air mata mulai membasahi pipi ibuku ketika mendengar cerita itu.
Ahamdulillah, akhirnya jaringan komunikasi telah pulih, ayahku segera menghubungi saudaraku dan mengatakan posisi kami . Saat beberapa hari, kakak dari ibuku datang menjemput kami dengan mobil L300. Kami sangat bersyukur. Kami pun langsung berangkat ke Lhokseumawe, ke kediaman nenekku.
Di lhokseumawe kami tinggal di rumah nenek, ibunya ibu. Kami di sana selama ± 1 tahun sampai ayahku di pindah tugaskan ke lhokseumawe dan kami pun menyewa rumah. Di sini aku juga mendapatkan banyak teman, walau tidak semuanya baik. Tapi aku tetap bahagia dan bersyukur. Aku melanjutkan pendidikanku yang sempat terhenti dan bersekolah d SDN 3 Lhokseumawe, Lalu ke SMPN 1 Lhokseumawe. Di SMP aku mendapatkan banyak teman , dan  juga seseorang yang berharga J.  Dan sekarang aku Bersekolah di SMA N 1 Lhokseumawe.
Saat aku duduk di bangku SMA, ibu lah yang pertama kali meninggalkan kami semua. Beliau memang sudah lama terserang penyakit kanker. Aku merasa sangat sedih, karena ia adalah orang yang paling mengerti aku. Tetapi, aku pun tidak bisa terpuruk terlalu lama. Aku berfikir bahwa Tuhan tidak mengizinkan ibuku melihat betapa kejamnya hari kiamat.
Aku tetap bersyukur masih di beri nyawa oleh sang pencipta. Dan masih banyak orang yang sayang kepada ku. Semoga iini akan terus berlanjut ya Allah. Amin ya Rabbal A’lamin .

                                                                                                         By: -M.REZA PRASETYO-

Selasa, September 25, 2012

Penyesalan lalu

Penyesalan lalu
Goresan Pena : DIVA SAFITRI

Bukan aku menghakimimu..
Bukan aku takut mencintaimu..
Bukan aku benci terhadapmu..

Tapi....
Aku benci disaat waktu tak berpihak..
Disaat detik berderai kilat..
Disaat pelangi hilang dihadapanku
Dan ketika "Aku harus melupakanmu!"
Ketika aku merasakan apa itu perpisahan..

Kenapa harus aku yang merasakan?
Atau memang kau datang untuk pergi?
Dan atau mungkin, kau dan aku berlawanan?

Jika memang kau datang untuk pergi..
Haruusnya kita tidak perlu bertemu sebelumnya..
Agar tidak ada sakit..
Perih..
Airmata...
Serta... Perpisahan...

Mengapa kau datang untuk menjadi pahlawan kesedihanku?
Mengapa kau ada untuk menjadi orang yang terpenting untukku?
Dan mengapa kau hempas kita, disaat aku bergantung padamu?
Apa ini yang kau mau? 
Melihat aku tertatih perih...
Apa ini tujuanmu?
Merobekku dan pergi bersamanya...

Sesalku selalu bergandengan dengan namamu..
Kapan kau hilang dari sesalku? 
Pergilah.. Jauh dari hadapanku..
Pergilah.. Semoga aku lupa penyesalan lalu..




Senin, September 24, 2012

Aku membutuhkanmu


Aku pernah mengeluh
Aku pernah merangkak kesakitan
Dan aku...
Selalu saja bibir ini terucap kalimat perih..
Itulah namamu..

Aku selalu memanggil dalam diam..
Berulang kali kuucapkan kalimat yang sama..
Tapi.....
Dimana dirimu? Aku tak pernah mendengar sahutanmu...
Dimana dirimu? Masih saja detik jam yang menjawab panggilanku..

Dan apa yang terjadi saat ini?
Hujan kecil pun jatuh dari pipiku..
Kelopak mataku berubah seketika..
Hah...

Sampai kapan kau anggap aku boneka?
Boneka yang tak pernah kenal rasa sakit..
Atau boneka yang tak pernah tau airmata..

Dalam lamunan ku bertanya pada diriku..
“Pernahkah dia mendengarkan aku?”
Tidak! Dia selalu mengacuhkanku..
“Pernahkah dia menghiraukan jeritanku?”
Tidak! Dia tidak pernah menghiraukanku..

Dan akhirnya tersungging senyum kecewa dari bibir merahku..
“Mampukah kau menghargai aku?”
Dan kau, bisakah kau mendengarkan aku sekali saja?


Bahwa aku.... membutuhkanmu..
Goresan Pena: Diva Safitri

Minggu, September 23, 2012

A Last Chance


A Last Chance’ Part 1
By Vera Fernanda





Seoul, 13 Agustus 2010
                                                                                              
Wanita berparas cantik dengan rambut yang tergerai panjang itu sedang menyusuri jalanan basah kota Seoul dengan mobil BMW abad-20 yang dikemudikannya. Sedari tadi ia hanya terpaku pada jalan satu arah yang dilewatinya. Bulir-bulir air dari matanya perlahan jatuh ke pipi putih yang kini terbasahi itu.Memori tentang kejadian yang lalu kembali membuatnya membenci orang yang dikasihinya.Orang yang dengan teganya mengkhianatinya dan menyia-nyiakan cintanya yang telah dipertahankan selama 5 tahun silam.

Han Min Ah, nama yeoja yang masih dengan setia mengemudikan mobilnya tanpa mengetahui arah tujuannya itu. Laju mobilnya melambat ketika ia melihat taman kota disamping kanannya. Sambil memutar kemudi sedikit ke kanan, ia pun memberhentikan mobilnya di pinggir jalan. Setelah ia beranjak dari dalam mobil dan memastikan mobil itu sudah terkunci, dengan langkah gontai ia berjalan perlahan menuju bangku panjang yang terletak tidak jauh dari pandangannya.

“Hah~” Desahnya.Bulir air mata yang sebelumnya sudah jatuh kini makin jatuh dengan derasnya dari sudut matanya.Ditangkupkan wajahnya pada kedua telapak tangannya dan tangisnya makin menjadi.Sesegukan kini terdengar dari mulutnya.

“Wae? (Kenapa?)” Lirihnya.

***



FLASHBACK


Tokyo, 9 Agustus 2005


Seorang gadis berjalan riang diantara taman sakura yang terletak tak jauh dari sekolahnya. Ia melewati jalanan yang dilebati oleh bunga-bunga sakura yang berjatuhan. Langkahnya terhenti tak jauh dari sebuah bangku panjang berwarna cokelat.Tepat diatasnya, duduk seorang lelaki bertubuh jangkung dengan rambut berwarna cokelat terang yang tertata rapi sedang membaca buku yang ditempatkan di atas kedua telapak tangannya dengan sangat serius. Gadis itu tersenyum. Lalu perlahan, ia berjalan sambil menjinjitkan kakinya dan berjalan ke belakang tubuh lelaki itu. Tangannya sudah siap di belakang bahu lelaki itu tanpa menyentuhnya. Sambil menghitung dalam hati, ia pun memukul pelan bahu itu.

“DORR!!” Teriaknya. Namun lelaki itu tidak bergeming dan hanya diam sambil menatap lembaran kertas yang tersusun rapi dihadapannya.

“Ck!” Dengus gadis itu kesal. Dihentakkannya kakinya kasar, lalu ikut duduk disamping lelaki itu.

“Kau menyebalkan” Ujarnya masih dengan ekspresi kesalnya.

“Apanya?” Tanya lelaki berwajah tampan itu dengan datarnya.

“Eoh? Kau pura-pura tidak tahu eoh? Cih, dasar lelaki dingin. Pantas saja sampai sekarang tidak ada satupun wanita yang menyukaimu” Terang gadis itu.

Lelaki yang sedari tadi tidak banyak mengeluarkan kata-kata itu menutup bukunya kasar dan meletakkannya di sebelahnya, kemudian ia menoleh kearah gadis yang berada disampingnya.

“Ada banyak wanita yang mengantri untukku disana.Selama ini kau terlalu sibuk dengan pangeran idamanmu yang setiap saat kau pandangi itu dan bahkan membuatmu sampai tidak memperhatikanku. Jadi, jangan sok tahu tentangku, nona Han Min Ah” Jelas lelaki itu dengan sedikit meninggikan suaranya, kemudian ia beranjak dari bangku panjang tersebut dan meninggalkan gadis yang hanya mengerjapkan kedua kelopak matanya -bingung.

“Eh? Kenapa dengannya?” Lirih Han Min Ah, gadis sampai saat ini masih bingung dengan lelaki yang telah meninggalkannya itu.

.
.

            Tuk Tuk Tuk

            Pelajaran sedang berlangsung.Namun seorang gadis sedari tadi hanya mengetuk-ngetukkan penanya pada meja. Murid lainnya sedang menyalin soal yang sedang dituliskan dipapan tulis oleh Hanazawa Sensei, tetapi Min Ah–gadis itu matanya tidak tertuju pada papan tulis putih itu melainkan pada seorang lelaki yang tiba-tiba marah padanya dan memutuskan tidak duduk sebangku dengannya. Lelaki itu duduk dibangku depan tepat didepan meja guru yang terletak di sebelah kiri kelas.

            Soal telah selesai dikerjakan dipapan tulis,Hanazawa Sensei kembali duduk di kursinya.Matanya meneliti anak-anak yang sedang menyalin soal dipapan tulis. Namun ia melihat seorang muridnya tidak ikut menyalin seperti yang dilakukan oleh murid lainnya, malah murid itu dengan tenangnya melamun dan mengamati seseorang murid lainnya yang kini berada dihadapannya.

            “Han Min Ah!”

            Gadis yang dipanggil itu tidak bergeming, ia malah asik dengan lamunannya. Lelaki yang sedari tadi ditatapnya, kini menoleh padanya.Semburat merah tertera dikedua pipinya. Tiba-tiba ia jadi salah tingkah, dengan tidak sengaja ia menyenggol kotak pensil yang berada disamping sikunya dan mengeluarkan isi dalamnya. Ketika ia hendak memunguti isi kotak pensil yang berjatuhan, Hanazawa Sensei memanggilnya.

            “HAN MIN AH!”

            Oh My God!’Batinnya.

            “Apa yang sedang kau lakukan?”Tanya Hanazawa Sensei sambil menatapnya tajam.

            “Eh? Saya sedang akan memunguti isi kotak pensil saya yang terjatuh” Ucap Min Ah.

            “Kalau saja anda tidak mengganggu saya” Lirihnya, agar tidak terdengar oleh Hanazawa Sensei.

            “Tidak!Sebelumnya, apa yang kau lakukan?” Tanya Lee Seongnaenim.

            “Saya.. Saya..Saya sedang merangkum, Sensei.Iya, merangkum” Jawabnya asal. Dilihatnya temannya yang lain sedang berbisik sambil menatapnya.

            ‘Apa jawabanku salah?’Batinnya.

            “HAN MIN AH!KELUAR KAMU DARI KELAS!”Teriak Hanazawa Sensei sambil mengancungkan jari telunjuknyakearah pintu membuat Min Ah harus dengan segera pergi dari kelas itu.

            “Cih!”Dengusnya sambil menutup pintu kelas kasar.

.
.

            Seorang lelaki dengan langkah gelisahnya kini sedang berjalan melewati koridor. Tujuannya adalah tempat yang tak lain adalah taman sakura –tempat favoritnya dan Min Ah. Ia yakin, bahkan sangat yakin jika saat ini Min Ah sedang berada disana.

            Cukup lama lelaki itu berdiri di depan bangku panjang yang hanya ada satu di taman sakura itu, namun ia tidak kunjung mendapati Min Ah  sedang berada disana atau akan berkunjung ke tempat yang telah di cap sebagai tempat favoritnya.

            Lelaki itu akhirnya memutuskan untuk kembali karena ia merasa jika akan sia-sia jika ia terus-terusan menunggu seorang gadis yang tak kunjung datang.

            Ketika ia keluar dari taman sakura, ia menangkap siluet seorang gadis yang dicarinya sedari tadi. Min Ah, gadis itu berjalan dengan seorang lelaki lainnya, malah dengan tidak segannya ia tertawa dengan keras. Ia mengenali lelaki yang sedang berjalan dengan Min Ah, lelaki itu ialah lelaki yang dalam waktu belakangan ini sering diceritakan oleh Min Ah. Lelaki itulah pangerannya.

            Entah mengapa, ia merasa sesak melihat ekspresi dan sikap yang ditunjukkan Min Ah kepada lelaki itu. Tidak ingin sesak itu semakin menyelimutinya, dia pun memutuskan untuk enyah dari tempat itu.

.
.

            “Cho Young Hae~” Panggil Min Ah. Young Hae, lelaki jangkung berambut cokelat yang telah lama menjadi teman Min Ah itu tidak mempedulikan panggilan dari gadis yang kini tepat dihadapannya.

            “Yah!(Hei!)Jawab aku!”Teriak Min Ah dengan raut wajah kesalnya.Sudah seminggu Young Hae mendiaminya dan hingga kini lelaki itu tidak juga membalas setiap perkataannya, bahkan lebih sering mengacuhkannya.

“Young Hae-ah, bicaralah.Apa yang membuatmu berperilaku seperti ini padaku?”Tanya Min Ah lembut membuat Young Hae mengalihkan pandangan yang semula hanya pada buku kini jadi menatap Min Ah.

DEG!

Suara itu, entah degupan jantung milik siapa.Tapi tatapan ini membuat mereka saling pandang-memandang.Min Ah jadi orang pertama yang sadar terlebih dahulu langsung menolehkan kepalanya ke samping dan akhirnya Young Hae ikut tersadar karena Min Ah yang mengalihkan pandangan mereka.

“Nanti sepulang sekolah aku tunggu kau di taman.Jika kau tidak datang, aku anggap pertemanan kita selesai” Ucap Min Ah lalu berlalu meninggalkan Young Hae.

“Apa yang harus aku lakukan, Min Ah?”Lirih Young Hae.

.
.


            Han Min Ah mendengus kesal karena lelaki yang ditungguinya tak kunjung datang.Dia menendang-nendang kerikil yang tak berdosa dengan ujung kakinya.Tiupan angin terasa semakin kencang.Bunga-bunga sakura yang berjatuhan pun ikut berterbangan. Tampaknya hari akan hujan karena langit tidak lagi secerah tadi pagi. Padahal disebuah acara berita diramalkan langit akan cerah. Namun, apa yang dapat ia lakukan? Jika Tuhan telah berkehendak, segalanya tidak akan dapat diubah.

            Min Ah mengelus lengan kirinya –kedinginan. Gadis itu hanya memakai seragam berlengan pendek dan rok selutut, jadi wajar saja jika ia merasa kedinginan. Bukannya beranjak pergi ketempat yang hangat, ia malah duduk sambil mengeratkan tubuhnya dengan kedua tangannya.

Hujan mulai turun membasahi bumi.Seluruh permukaan dibuat basah oleh miliaran butiran air yang berjatuhan.Tak terkecuali permukaan tubuh seorang gadis yang ikut diguyur oleh derasnya air yang berjatuhan.Wajahnya kini mulai memucat, bibirnya membiru dan tubuhnya bergetar hebat.

BRUK!

            Tubuh gadis cantik itu terjatuh di tanah basah didepan kursi yang didudukinya. Samar-samar ia mendengar suara seorang lelaki yang sangat dikenalnya meneriakinya dan saat itu pula ia memejamkan matanya.

.
.
.

Seorang gadis terbaring lemah di sebuah ruangan inap di rumah sakit.

"Eum~" Lenguhnya. Ia membuka matanya secara perlahan. Matanya terlihat sayu.Bias-bias cahaya yang menerobos masuk ke dalam kornea matanya membuatnya sulit untuk membukakan matanya.

Ketika iamencoba bangkit dari posisi berbaringnya, rasa perih menyelimuti tubuhnya. Terlebih pada pergelangan tangannya. Dilihatnya, selang bening dengan cairan yang bening pula telah melekat erat ditangannya dan ditutupi oleh perekat.Ia yakin jika jarum halus telah bersarang didalam kulit tangannya.

"Hah~" Hembusan nafasnya terdengar berat. Min Ah kembali berbaring. Ditolehkan pandangannya ke kiri pada beberapa tangkai bunga mawar merah yang terangkai indah di sebuah vas kaca yang terletak diatas meja nakas tepat di sebelah tempat tidurnya. Sudut bibirnya pun tertarik, ia tersenyum.

"Young Hae" Gumamnya.

CLEK!

Pintu kamar itu terbuka. Mata Min Ah terbuka lebar, ketika melihat seseorang yang membuka pintu itu kini berjalan mendekatinya.

"Min Ah"

.
.

T.B.C


Posted by : V.F (Vera Fernanda)